Showing posts with label Design. Show all posts
Showing posts with label Design. Show all posts
-
Mengenal Design Media Cetak
Mengenal Dasar-dasar Pracetak Majalah
Media cetak merupakan kumpulan berbagai media informasi yang dibuat dan disampaikan kepada khalayak sasaran melalui bentuk-bentuk tulisan atau cetakan dan seringkali disertai gambar sehingga dapat dilihat maupun dibaca.
Selain memiliki kelebihan juga memiliki kelemahan. Kekuatan dan kelemahan media itu harus diketahui secara mendalam dan menjadi bahan pertimbangan tim kreatif karena akan sangat berkaitan erat dengan teknis eksekusi kreatifnya.
Media cetak dapat diterbitkan dalam beberapa format, seperti newsletter, majalah, tabloid, atau surat kabar. Setiap format memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal efektivitas penyampaian informasi. Untuk membantu pemahaman yang lebih baik, uraian berikut akan menjelaskan lebih rinci karakter setiap format.
Newsletter
Newsletter umumnya menggunakan kertas HVS (atau kertas berkualitas lebih baik). Ukuran kertas yang digunakan biasanya A4 atau sedikit lebih kecil. Jumlah halaman berkisar antara 4 dan 12 halaman atau lebih. "Newsletter" bisa dijilid, bisa pula tidak dijilid. "Newsletter" lebih mudah dan lebih cepat diproduksi. Biasanya produksi juga lebih rendah.
Tulisan yang dimuat pada "newsletter" biasanya lebih pendek. Kalimat yang digunakan lebih ringkas dan langsung ke pokok masalah. Sampul depan "newsletter", selain menampilkan nama media, tanggal terbit dan nomor edisi, juga memuat daftar isi dan sebuah tulisan lengkap. Kebanyakan "newsletter" tidak memuat foto. Halaman "newsletter" biasanya dibagi atas 2 -- 3 kolom. Ditilik dari segi kemudahan proses produksi, format "newsletter" yang biasanya tak banyak memuat foto dan hanya menggunakan dua warna, lebih mudah dikerjakan ketimbang format majalah, tabloid, atau surat kabar.
Majalah
Selain menggunakan kertas koran untuk halaman dalam, majalah juga menggunakan kertas HVS atau kertas jenis lain yang lebih baik kualitasnya. Kertas yang digunakan berukuran A4 atau sedikit lebih besar. Namun, ada pula majalah yang menggunakan ukuran lebih kecil, seperti "Intisari" atau Sampul majalah banyak menggunakan kertas yang lebih tebal dan berkualitas lebih baik ketimbang halaman dalamnya. Dengan demikian, kualitas cetak sampul bisa diupayakan lebih baik, agar tampak lebih menarik.
Tampilan majalah tampak lebih serius dan dijilid dengan baik sehingga cocok untuk didokumentasi. Untuk media korporasi/organisasi, jumlah halaman sekitar 16 -- 24 halaman, atau lebih. Majalah bisa memuat tulisan yang lebih banyak dan lebih panjang. Halaman majalah biasanya dibagi atas 2 -- 4 kolom.
Tabloid
Tabloid kebanyakan menggunakan kertas koran. Ukuran kertas yang digunakan sekitar setengah kali ukuran kertas koran. Sampul tabloid umumnya juga menggunakan jenis kertas yang sama dengan jenis kertas yang digunakan pada halaman dalam.
Tampilan tabloid tampak lebih populer. Bisa dicetak dua warna atau lebih. Penataan perwajahan tabloid merupakan paduan antara desain yang ditetapkan pada majalah dan surat kabar. Halaman tabloid biasanya dibagi atas 3 -- 5 kolom. Tabloid umumnya tidak dijilid. Jadi, suatu edisi bisa dibaca bersama-sama oleh beberapa orang, masing-masing satu lembar terpisah. Untuk media korporasi/organisasi, jumlah halaman tabloid yang biasa digunakan sekitar 8 -- 16 halaman.
Surat Kabar/Koran
Mempersiapkan format surat kabar sedikit lebih sukar ketimbang format lainnya. Satu halaman surat kabar biasanya memuat sejumlah item tulisan. Oleh sebab itu, perlu ditata secara baik agar tampak menarik dan mudah dibaca. Surat kabar tidak dijilid. Jadi, dapat dibaca bersama-sama oleh sejumlah orang, masing-masing membaca lembar yang berbeda, asal tulisan yang bersambung tidak terdapat pada lembar yang berbeda. Di Indonesia, ukuran kertas yang digunakan adalah sekitar 42 cm x 58 cm. Jenis kertas yang digunakan adalah kertas koran.
Halaman surat kabar biasanya dibagi atas sejumlah kolom, biasanya 7 -- 9 kolom. Pola desain halaman surat kabar belakangan ini banyak menggunakan pola modular (pola yang memungkinkan halaman dibagi atas sejumlah bidang persegi empat, bisa membujur dari atas ke bawah, bisa melintang dari kiri ke kanan).
Karena menggunakan kertas koran, kualitas cetak surat kabar tidak sebaik kualitas cetak majalah yang menggunakan kertas HVS atau sejenis. Karena itu, belasan tahun lalu warna jarang digunakan untuk surat kabar. Meskipun demikian, berkat perkembangan teknologi, penggunaan warna pada tampilan surat kabar sudah semakin populer akhir-akhir ini.
Pertimbangkan pilihan format majalah sesuai topik bahasan saat ini, sudah tentu jawaban atas pertanyaan format apa yang paling cocok bagi pembaca, sesuai karakter pembaca itu sendiri. Adanya keinginan dari DEKOPINWIL Nanggroe Aceh Darussalam sangat cocok dengan memilih format media majalah/newsletter yang mempunyai karakter fisik format, karakter isi, periodisitas, kemudahan proses produksi, biaya, dan citra yang dikehendaki.
Majalah internal dan newsletter sama-sama mempunyai konsep tampilan dan layout sebagai identitas mereka. Majalah dan newsletter tersebut ada yang diterbitkan hanya untuk kalangan internal namun ada juga yang untuk kalangan eksternal (termasuk pelanggan atau non pelanggan).
Format majalah memungkinkan pengembangan pekerjaan kreatif dengan memanfaatkan beberapa halaman sekaligus, sisipan dan desain-desain lainnya. Kualitas visual majalah sangat prima karena umumnya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi. Kemasan majalah akan bertahan lebih lama di ruang tamu atau ruang kerja dibanding format tabloid atau koran. orang juga cenderung lebih senang mengoleksi majalah dibanding bentuk lain.
DESAIN COVER
Perencanaan desain sampul majalah sebaiknya digarap secara teliti dan cermat, karena desain cover depan sebuah majalah merupakan display kemasan bagi isi yang disajikan didalamnya.
Desain cover depan majalah sebaiknya memenuhi dapat menunjukkan identitas majalah sesuai dengan misi yang telah ditetapkan. Selain menarik perhatian dapat juga menimbulkan / menciptakan selera baca dan keinginan untuk memiliki majalah bagi para pembaca / khalayak sasarannya. Hal ini dapat membantu meningkatkan angka penjualan.
Elemen-elemen visual dasar yang muncul pada sampul depan sebuah majalah, seperti: logotype, tanggal terbit, harga, barcode. Materi sampul depan yang sering menjadi pertimbangan penting adalah foto atau Ilustrasi yang masih berkaitan dengan sebuah berita, tulisan/ features atau editorial di dalamnya. Penggunaan seni kontemporer, abstrak, foto, atau ilustrasi yang berdiri sendiri juga bisa menjadi salah satu pilihan. Selain itu cover sampul bisa terdiri dari huruf dan (atau) angka saja. Sebagian majalah khususnya majalah internal atau newsletter, pada cover terdapat permulaan dari sebuah berita, tulisan / features atau editorial yang kemudian dilanjutkan penulisannya ke halaman dalam majalah.
DESAIN ISI
Rancangan grafis sampul dan isi harus saling berkaitan satu dengan yang lain. Keduanya (isi dalam bentuk tulisan, maupun perwajahannya) sampul maupun isi, tetap saling membutuhkan dan sama pentingnya.
Rancangan grafis layout isi secara total yang tercermin kepada komposisi-komposisi bentuk, bagaimana susunan foto, huruf dan warna, bisa melahirkan kesan-kesan bagi yang melihatnya. Mereka jadi tertarik untuk membeli, membaca dan menyimpan majalah ini, bukan cuma karena sampulnya atau karena gambar-gambar indahnya saja, tetapi juga karena tata letak gambar, bentuk huruf, kualitas gambar.
Disamping aspek materi, aspek artistik pun memberikan peranan penting dalam penampilan secara keseluruhan. Tata perwajahan yang menarik akan memberikan nilai tambah pada materi yang disajikan.
PERANGKAT DESAIN
Perangkat untuk mendesain terdiri dari Hardware, Software. Keduanya Sangat saling berkaitan.
a. Hardware
Hardware biasa digunakan adalah Komputer, Scanner, dan Printer. Kinerja hardware merupakan dasar pendukung yang dapat memberikan kemudahan atau keleluasaan dalam melakukan penggarapan majalah. Hardware sebagai pendukung utama adalah Komputer. Selain kemampuan dari Motherboards yang baik, juga harus didukung kualitas VGA card monitor untuk pencapaian warna monitor sama dengan hasil cetak (turun 5-10 persen). Fasilitas CD/DVDReWriter ataupun USB port menjadi bagian penting untuk transfer file yang siap cetak.
b. Software
Penggarapan sebuah media khususnya majalah sangat didukung oleh penggunan software yang tepat. Selain microsoft office ada software yang khusus digunakan untuk rancang grafis diantaranya, Adobe PageMaker, Quarkexpress, Coreldraw, Adobe Indesign, Adobe Ilustrator, Macromedia Freehand, Adobe Photoshop, Adobe Acrobat Reader Professional.
Penerbit besar banyak menggunakan Quarkexpress atau Coreldraw. Penggunaan program Pagemaker sangat jarang. Kalaupun ada biasanya penerbitan baru ataupun penerbitan di daerah. Penggunaan Coreldraw butuh flexibilitas yang tinggi dan biasanya repot di post design-nya. Diantara software design paling sederhana adalah Pagemaker. Pagemaker ringan kalo dipake kerja, hanya banyak bentuk yang tidak bisa dibuat sendiri sehingga harus diimport dari aplikasi lain.
Secara perlahan trend Adobe Indesign mulai menggesernya. indesign akan menjadi salah satu tools yang menjadi andalan adobe menggantikan Pagemaker maupun QuarkXpress, sedangkan program layout Corelventura kurang diminati walaupun mempunyai sejumlah fitur pendukung layout Program Coreldraw digunakan untuk graphics (vector base). Selain Coreldraw ada produk dari Adobe untuk grafik vektor adalah Adobe Illustrator ataupun Freehand dari macromedia.
Program photoshop menjadi bagian terpenting dalam pengolahan gambar. Ini terkai terhadap semua program/software layout. Penggabungan photoshop dengan program layout lain akan akan lebih memaksimalkan hasil rancang grafis.
Pada dasarnya penggunaan software-software design dan layout tergantung pada bagaimana mengoptimalkan fungsi yang tersedia pada software tersebut. Singkat kata tergantung kebiasaan kita pake program apa tapi apa salahnya juga mencoba software selain yang kita pakai.
KATEREN
Kateren berperan dalam pengelolaan akhir suatau media. Dalam satu kateren (plano) terdiri dari 16 halaman. Terkait proses cetak jumlah halaman harus kelipatan 4 atau ¼ kateren agar proses naik cetak dengan pemilihan komposisi rubrikasi ataupun penempatan halaman warna dan hitam putih lebih terkontrol.
Penyusunan kateren rubrikasi berhubungan teknis dengan tim redaksi dan fotografer. Penempatan dan penentuan jumlah halaman warna maupun hitam putih terkait dari harmonisasi dan biaya. Kateren menjadi bagian secara keseluruhan lebih menarik yang perlu dibicarakan teamwork.
PENUTUP
Semua proses atau alur pracetak akan berjalan apabila adanya koordinasi semua pihak terkait khususnya pemegang tanggung jawab materi naskah maupun foto. Proses crosecheck pun sangat penting guna mengurangi aanya kesalahan-kesalah dari segi materi, foto maupun layout yang kurang imajinatif.
Semoga berkenan.
more
-
Logo Hari Koperasi 62 - Harkop 62 Samarinda Kaltim

Menyambut Hari Koperasi 12 Juli 2009, PIP sebagai media koperasi kepanjangtanganan dari Dekopin, dipercaya membuat Logo Hari Koperasi ke-62 yang akan dilaksanakan di Samarinda Stadion Madya Semapaja, Kalimantan Timur.
Motto:
"Koperasi Jaya, Rakyat Sejahtera, Indonesia Perkasa"
Tema:
“MEMANTAPKAN PERAN GERAKAN KOPERASI DALAM DINAMIKA PERUBAHAN GLOBAL”
Sub Tema:
1. PERAN KOPERASI DALAM EKONOMI KREATIF 2009.
2. KOPERASI KREATIF! EKONOMI KREATIF!
3. KOPERASI: SOLUSI EKONOMI NEGERI.
4. KOPERASI MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI BANGSA..jpg)
more
-
Mengenal Design Graphis

Bagaimana memulai belajar Desain Grafis? emang itu sebuah pertanyaan yang sangat mendasar bagi seorang desiner pemula.
Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain
Desain grafis didefinisikan sebagai ”aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara menyempurnakan pesan dalam publikasi. Desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.
Desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
Desain grafis merupakan komunikasi visual yuang didalamnya terdapat latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Makna desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual. Desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.
Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
2. Web Desain: desain untuk halaman web.
3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design): merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri,
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.
Program Pengolah Grafis
Desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.
Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop).
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Adobe FrameMaker
- Adobe In Design
- Adobe PageMaker
- Corel Ventura
- Microsoft Publisher
- Quark Xpress
Aplikasi Pengolah Vektor
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Adobe Illustrator
- Beneba Canvas
- CorelDraw
- Macromedia Freehand
- Metacreations Expression
- Micrografx Designer
Aplikasi Pengolah Pixel
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.
Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
- Adobe Photoshop
- Corel Photo Paint
- Macromedia Xres
- Metacreations Painter
- Metacreations Live Picture
- Micrografx Picture Publisher
- Microsoft Photo Editor
- QFX
- Wright Image
Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
- Adobe After Effect
- Power Director
- Show Biz DVD
- Ulead Video Studio
- Element Premier
- Easy Media Creator
- Pinnacle Studio Plus
- WinDVD Creater
- Nero Ultra Edition
Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Macromedia Authorware
- Macromedia Director
- Macromedia Flash
- Multimedia Builder
- Ezedia
- Hyper Studio
- Ovation Studio Pro.
(Dari berbagai sumber)
more
Subscribe to:
Posts (Atom)














