• Koperasi Kedai Buku Universiti Malaysia Berhard

    Kemajuan sejumlah koperasi di Malaysia menarik dicermati. Salah satu koperasi di negeri jiran itu yang cukup menonjol prestasinya adalah Koperasi Kedai Buku Universiti Malaysia Berhard (KKUM).

    Koperasi milik Universiti Malaysia boleh dijadikan contoh yang baik. Pada tahun 2003 dan 2004, koperasi ini mampu membukukan pendapatan usaha sebesar RM 30 juta dengan tingkat laba bersih RM 1,5 juta.

    Dengan prestasi itu, KKUM tentu dapat berbuat banyak. Misalnya, memberi potongan harga 10% hingga 15 % untuk setiap item pembelian. Selain itu juga membagikan sisa hasil usaha atau dividen kepada para anggota setiap tahun.

    Prestasi luar biasa KKUM ternyata tidak lepas dari usaha para penasehat dan pengurus yang seca¬ra terus menerus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan usaha koperasi. Prinsip going concern rupanya sangat dipegang oleh para pengurus dan penasehat.

    Hampir 34 tahun sejak didirikan tahun 1968, KKUM kini memiliki sejumlah jenis usaha, seperti kedai buku, perdagangan barang-barang konsumtif, elektronika, usaha biro perjalanan, serta usaha catering. Sukses koperasi Kedai buku ini bermula dari sukses usaha yang hanya mengutamakan penjualan buku untuk keperluan pembelajaran dan pengajaran di lingkungan kampus. KKUM membeli buku-buku dari para penerbit lokal maupun penerbit internasional dalam partai besar. Berkat pembelian dalam partai besar, KKUM mendapatkan potongan harga yang pada ujungnya koperasi dapat menjual kembali buku-buku tersebut dengan harga bersaing.

    Ketangguhan pengelolaan KKUM terbukti dengan tingkat survive di tengah situasi pasar yang terus berubah. Dalam kondisi demikian, KKUM tetap dapat memajukan bisnisnya, sementara banyak entitas ekonomi lainnya yang tidak tahan menghadapi gempuran perubahan pasar dunia. Berkat kinerjanya yang bagus, KKUM telah memperoleh anugerah Kedai buku Patut dari pemerintah Malaysia. Sebuah anugerah KKUM untuk toko buku kopeasi terbaik di Malaysia. Anugerah Kedai buku Patut sungguh sangat bergengsi di Malaysia, karena sejajar dengan anugerah Kuailiti dari Perdana Menteri Malaysia.

    Kebesaran KKUM memang tidak disangsikan. Dengan jumlah anggota lebih dari 2.800 anggota, didukung dengan 9 penasehat dan dikemudikan oleh lebih dari 200 pengurus yang bertanggung jawab terhadap jalannya roda bisnis.

    Pengurus koperasi ini bekerja secara profesional, dan salah satu mekanisme kerjanya adalah dengan membuat rencana bisnis yang menerapkan target-target tertentu yang harus dicapai. Tentu saja rencana bisnis yang dibuat harus sesuai dengan bidang masing-masing. Target-target yang dibuat tersebut dirancang dengan menggunakan jadwal yang ketat dan disiplin. Setiap bulan para penasehat akan menilai pencapaian target yang telah dilakukan, apakah sesuai jadwal atau tidak. Jika target tidak tercapai, akan dievaluasi baik mengenai target yang ditetapkan maupun dari sisi sumber daya manusianya. Dengan proses manajemen semacam itu, KKUM melaju ken¬cang di tengah rimba belantara bisnis yang penuh dengan kompetisi.

    Untuk memudahkan perputaran roda ekonomi, KKUM membentuk empat divisi usaha yang mempunyai kedudukan sejajar. Divisi tersebut adalah divisi perbukuan, divisi konsumen, divisi travel dan food catering, dan Divisi Pelatihan.

    Kendati KKUM dikelola secara profesional, namun aspek tanggung jawab sosial sangat diperhatikan oleh koperasi ini. Koperasi juga memberikan berbagai kemudahan kepada para anggotanya. Untuk layanan simpan pinjam, kepada para anggota koperasi dan pengurus diberi kemudahan dalam penyimpanan dan peminjaman uang. Dengan begitu, para anggota lebih intensif melakukan aktivitas penyimpanan dan peminjaman, sehingga berdampak pada kemajuan koperasi.

    Koperasi memberi bantuan keuangan kepada mahasiswa untuk memperlancar kegiatan akademik. Sebab, dalam menempuh studi, terkadang para mahasiswa mengalami kesulitan keuangan, misalnya belum mendapatkan kiriman uang dari orang tuanya. Dalam kondisi demikian, koperasi tampil dengan memberi pinjaman uang, atau bantuan lain untuk kelancaran mahasiswa mengikuti kegiatan akademik.

    KKUM tidak hanya memberi bantuan keuangan bagi mahasiswa, tapi juga memberi bantuan pelatihan usaha atau semacam pelatihan entrepreneurship, agar mahasiswa bisa mandiri jika sudah menyelesaikan studinya.

    Koperasi juga memberi beasiswa kepada anak-anak anggota dan staf koperasi. Kebijakan koperasi tidak hanya berbasis pada outward looking (berorientasi ke luar) tetapi juga inward looking (berorientasi ke dalam). Hal itu dilakukan dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak anggota dan staf koperasi. Pemberian beasiswa tidak begitu saja diberikan, melainkan ada kriteria tertentu. Misalnya, pertimbangan dari segi prestasi, karena orang tuanya kesulitan keuangan dan lain-lain.

    Selain itu, aspek tanggung jawab sosial (social responsibility) koperasi dilakukan antara lain dengan menyumbang kepada masyarakat baik berupa bantuan keuangan maupun pelatihan.
    Kemajuan KKUM salah satunya ditunjang dengan falsafah operasi yang jelas bagi pengurus maupun pelaksana usaha koperasi. Ada tiga hal yang harus dimiliki oleh pengurus dan pelaksana usaha, yakni sikap pengurus, tanggung jawab pengurus, dan kemampuan pengurus.

    Dalam segmen ini kepentingan koperasi berkaitan dengan kepentingan masyarakat, pelanggan, pengurus, dan anggota. Untuk mencapai hasil maksimal dilakukan melalui dua faktor yakni produktivitas dan keuntungan. Sedangkan bidang pengembangan usaha dan pemasaran, di dalamnya ada dua faktor yang sangat penting, yakni jumlah penjualan dan kemampuan pemasaran.

    Kemajuan yang dicapai KKUM dengan bisnis penjualan buku sebagai salah satu andalan, tentu saja bisa menjadi acuan bagi banyak koperasi mahasiswa (kopma) di Indonesia. Apalagi, hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia memiliki kopma. Silakan mengikuti jejak sukses koperasi Kedai buku Malaysia. (Zaenal Wafa)

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post