• Koperasi Iran - Iran Cooperative

    Diam-diam perkoperasian di Iran terus menggeliat. Kini, ada 17,7 juta warga negeri ini menikmati manfaat riil berkoperasi. Oktober 2006 lalu di Teheran juga digelar pertemuan internasional perkoperasian.

    Republik Islam Iran dengan didukung International Co-operative Aliance (ICA) pada 27-28 Oktober 2006 menggelar perhelatan akbar perkoperasian bertajuk International Cooperative Trade Fair and Symposium on Trade Networking Among Co-operative di Teheran.
    Untuk ajang pameran, selain tuan rumah juga diikuti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Srilangka. Peserta koperasi Indonesia memamerkan produk-produk seperti kerajinan anyaman tas, kerajinan yang terbuat dari tanduk kerbau, kerajinan batik, mutiara, dan sebagainya. Produk-produk kerajinan Indonesia itu menarik perhatian serius dari para pengunjung.

    Negeri Para Mullah ini ternyata mempunyai gerakan koperasi yang sangat kuat. Produk koperasi Iran bergerak di bidang manufaktur alat-alat pertanian, tambang, percetakan, selain produk kerajinan lokal seperti karpet.

    Gerakan koperasi di Iran telah berjalan lebih dari 80 tahun dengan jumlah koperasi mencapai 82.135 unit yang melayani kebutuhan sekitar 17,7 juta anggota melalui 642 Koperasi Federal. Koperasi di Iran mempekerjakan lebih dari 1,9 juta orang. Modal rata-rata koperasi di negara ini sebesar 172 juta Real Iran (setara US$ 18.798), dan andil Koperasi Federal (Induk Koperasi) sebesar 1.728 triliun Real Iran (setara US$ 1,8 miliar).

    Koperasi primer di Iran meliputi koperasi sektor pertanian 19.290 unit, sektor jasa 14.728 unit, sektor industri 12.162 unit, sektor perumahan 1.198 unit, sektor konsumen 9.249 unit, sektor suplai 3.061 unit, sektor serbaguna 2.259 unit, sektor konstruksi 2.084 unit, sektor kredit 1.908 unit, sektor transportasi 1.877 unit, sektor pertambangan 1.772 unit, sektor kerajinan karpet 1.198 unit, dan sektor jasa pariwisata 586 unit. Total jumlah koperasi di Iran 82.135 unit.

    Iran adalah sebuah negara yang sedang membangun secara besar-besar dengan kemampuan sendiri. Dengan posisi sebagai negara produsen minyak bumi nomor dua terbesar di dunia setelah Saudi Arabia, Iran tidak mempunyai tanggungan utang luar negeri.

    Pelaksanaan pembangunan di Iran untuk menyejahteraan rakyatnya dibawah kendali seorang presiden yang dipilih langsung empat tahun sekali. Sedangkan jalannya roda pemerintahan selain diawasi oleh Majelis Permusyawaran Rakyat juga diawasi pemimpin tertinggi spiritual, yakni Imam Ali Khamaeni, pengganti mendiang Ayatullah Khomaini. Keberhasilan Ayatullah Khomaini membebaskan rakyat Iran tahun 1978 dari kekuasaan Syah Reza Pahlevi (Syah Iran) telah membuat kesejateraan rakyat Iran dapat dumbuh dengan pesat.

    Setelah kekuasaan Syah Iran runtuh, semangat rakyat untuk belajar kian terus tumbuh, termasuk belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu. Mereka memiliki tradisi kritis dalam dunia pembelajaran mereka. Dampaknya tidak hanya di bidang agama, namun berbagai bidang pengetahuan berkembang dengan pesat.

    Saat ini, Iran mampu mengembangkan energi nuklir yang ditentang oleh dunia Barat, meski pemerintah Iran bersikukuh bahwa pengembangan nuklirnya untuk tujuan damai demi kepentingan rakyat. Jika listrik energi nuklir sudah diterapkan, maka rakyat akan memperoleh energi dengan biaya yang sangat murah. Selain itu, produk-produk industri akan dihasilkan dengan biaya yang rendah.

    Di bidang penghijauan, pemerintah Iran terlihat bekerja keras untuk menghijaukan daerah-daerah tandus di kelilingi padang pasir. Sementara di sudut-sudut kota di Iran, selalu tampak taman-taman dengan tanaman yang lebat daunnya. Taman-taman ini menjadi sarana hiburan bagi keluarga-keluarga di sana. (Husni Rasyad)

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post