• Koperasi Swedia - Swedish Cooperatives

    Pusat Koperasi Swedia (Swedish Cooperative Centre—SCC) didirikan gerakan koperasi Swedia tahun 1958. Tujuannya, memberi masukan dan meningkatkan taraf kehidupan wanita dan laki-laki miskin serta peran mereka membangun negara.

    Membangun usaha melalui kerja sama dan kolaborasi yang saling menguntungkan. Itulah prinsip yang dianut SCC, atau prinsip berkoperasi tanpa batasan (Kooperation Utan Granser). Visi organisasi SCC adalah dunia bebas dari kemiskinan dan ketidakadilan.

    Target kelompok utama dari SCC adalah wanita dan laki-laki miskin, khususnya di wilayah perdesaan Swedia. Kelompok ini adalah anggota biasa dari organisasi informal yang bekerja untuk tujuan kesejahteraan.

    Kemiskinan warga di Swedia umumnya akibat kurangnya kesempatan dan berorganisasi. Untuk itu, SCC bekerja secara partnership, memberikan dukungan mobilisasi dan pengembangan dari dasar keorganisasian untuk anggota dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan rakyat miskin. Dengan alasan tersebut, SCC juga bekerja mencetak opini dan dukungan publik yang mengun¬tungkan pembangunan yang mendasar bagi masyarakat.

    Desentralisasi Organisasi
    SCC bekerja dalam satu struktur desentralisasi, dengan kantor sentral di Stockholm. Memusatkan pada pengembangan perencanaan global, kebijakan, strategi, dan metode untuk pengembangan kerja. Beberapa kantor wilayah – tersebar di Afrika Selatan, Afrika Timur, dan Amerika Latin – secara konsekuen melaksanakan perencanaan, monitoring, dan evaluasi dari kerja sama pengembangan global.

    Para pendiri dan para anggota SCC adalah federasi nasional mewakili seluruh koperasi besar Swedia dan beberapa sektor koperasi. SCC memiliki 62 anggota organisasi koperasi konsumen, federasi petani dan organisasi koperasi perumahan. SCC menerapkan cara kerja secara kolaborasi dengan anggota organisasi. Federasi menyediakan sumber keuangan melalui pembiayaan keuangan untuk pengembangan program.

    Ada tujuh strategi yang direncanakan SCC. Yakni kebijakan untuk perumahan dan lingkungan, persamaan gender dan pemberdayaan wanita, rekanan di dalam kerja sama pengembangan, strategi untuk Afrika Timur dan Afrika Selatan untuk periode 2004-2007. Selain itu, strategi untuk Eropa Timur dan Tengah untuk 2004-2007, strategi untuk wilayah Amerika Latin 2002-2006, dan strategi komunikasi.

    Sampai akhir Maret 2005 sekitar 7 juta SEK (mata uang Swedia, Red)telah terkumpulkan, baik dari organisasi koperasi maupun dari individu-individu SCC telah menyetujui bantuan dana darurat untuk koperasi rumah sakit di Matara dan Galle, dengan bantuan sana sebesar 200 ribu SEK, paket darurat untuk para wanita di pusat penampungan di Coast Timur (sebesar 50 ribu SEK melalui SWEAT), serta paket darurat untuk ProVinsi Nanggroe Aceh Darussalam di Indonesia (sebesar 50 ribu SEK melalui Lembaga Pendidikan Koperasi/Lapenkop).
    Selain itu, lembaga Pusat Pelatihan Koperasi Galle (sebesar 250 ribu SEK melalui ICA) dan koalisi Palang Merah International/ICRC (sebesar 250 ribu SEK).

    Januari 2006 lalu, satu tim SCC mengunjungi Sri Langka untuk bediskusi dengan Dewan Koperasi Nasional Sri Langka. Ini terkait dukungan untuk program rekonstruksi bagi korban gelombang tsunami akhir 2004.

    Mr Upah Herath ditunjuk sebagai asisten perwakilan wilayah SCC untuk rehabilitasi koperasi nelayan di Hambantola, sebuah distrik di Sri Langka. SCC juga mengumpulkan 7 juta SEK dari para donatur dan 9 juta SEK dari pendengar sebuah radio di Swedia, Radiohjalpen.

    Proyeknya adalah dalam tahapan persiapan, menggunakan perencanaan partisipatif dengan target kelompok. Seorang manajer proyek direkrut dan seorang spesialis perencanaan partisipan LFA telah dikontrak.

    Melalui dukungan pemerintah lokal di Hambantola, Sri Langka, gabungan koperasi nelayan dan komite wanita di Dewan Koperasi Nasional Sri Langka, SCC memberikan peningkatan peluang untuk 7.800 keluarga untuk peningkatan aktifitas yang menguntungkan pendapatan mereka.
    Menurut metode proyek, SCC akan bekerja secara partnership dengan organisasi lokal, merekonstruksi aktivitas mereka dan meningkatkan partisipasi, kepemilikan, dan solidaritas.

    Target kelompok, ada sebanyak 7.800 keluarga terhubung dengan 69 masyarakat inti (tidak hanya anggota tetapi seluruh korban tsunami, kehidupan masyarakat yang dekat koperasi) yang diperkirakan 40.000 orang (setengah dari mereka wanita dan anak-anak). Pemusatan pada keluarga-keluarga dan peluang-peluang mereka untuk membangun kembali satu kehidupan yang lebih baik.

    Aktivitas utama untuk mencapai tujuan proyek adalah mengorganisasi target kelompok untuk perencanaan kesejahteraan dari semua tahap proyek, pengaktifan kembali kegiatan yang memacu pendapatan untuk 69 masyarakat utama, serta pengaktifan kembali kegiatan yang memacu pendapatan untuk wanita sehubungan untuk Komite Wanita SCC.

    Selain itu, mendukung multitujuan koperasi konsumen di wilayah untuk meningkatkan jalan masuk jenis-jenis dasar konsumsi untuk kelompok target, merekonstruksi/meningkatkan perumahan di wilayah Hambantola, serta mendukung pengembangan berorganisasi untuk masyarakat utama dan organisasi mitra lokal di Hambantola.

    Proyek tersebut juga akan diperluas hingga ke bagian lain dari suatu negara. Koperasi Utan Granser telah melakukan pendekatan kepada beberapa organisasi lokal di wilayah timur Hambantola, dan akan mempertimbangkan termasuk memberi dukungan kepada salah satu dari mereka. Misalnya, saat ini proyek tersebut direncanakan tidak hanya terpusat di wilayah selatan Hambantola. Tujuannya untuk mendukung kesejahteraan sebagai satu kesatuan yang utuh. (Husni Rasyad)

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post