• Souvenir Etnik Ken Aam

    Bepergian keluar kota atau keluar negeri tidak lengkap tanpa membawa buah tangan atau oleh-oleh. Namun ada kalanya oleh-oleh yang kita bawa malah merepotkan karena memakan tempat. Jangan khawatir, toko Ken Aam punya solusinya.

    Bagai sayur asam kurang garam, sepertinya pepatah tersebut cocok digunakan jika kita tidak membawa souvenir atau oleh-oleh dari daerah yang kita kunjungi. Indonesia sepertinya sudah kental dengan tradisi membeli buah tangan untuk keluarga, teman maupun kerabat. Bahkan menunaikan ibadah haji pun harus membawa oleh-oleh untuk dibagi-bagikan, tetapi jangan khawatir sentra oleh-oleh pergi haji sudah ada di Tanah Abang. Kalau urusan souvenir Nusantara Ken Aam jagonya.

    Usaha yang dirintis oleh Amanah Abdulkadir pada 2007 lalu ini ternyata sangat membantu dalam menyediakan buah tangan khas Indonesia. Berawal dari kegemaran Amanah dalam mengkoleksi barang-barang etnik dari Indonesia, maka timbulah ide untuk membuat bisnis toko yang menyediakan souvenir. “Dulu saya kalau keluar kota, suka bawa oleh-oleh berupa barang khas dari kota yang saya datangi,” ujar Amanah. “Lalu teman-teman saya ternyata banyak yang suka juga, jadi saya jadikan usaha,” tambahnya.

    Di awal keberadaannya hingga sekarang, produk Ken Aam banyak diminati oleh para kolektor dan pecinta seni baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang sedang berburu benda seni di Indonesia. “Sebenarnya Ken Aam berdiri untuk menyediakan berbagai produk yang mengabadikan kenangan dari berbagai provinsi di Indonesia, sehingga Anda dapat memberikan souvenir kepada keluarga atau rekan tanpa perlu repot mencari dan membawanya selama berwisata, dan perjalanan wisata andapun menjadi lebih nyaman dan berarti,” jelas Amanah.

    Dengan modal awal berkisar Rp 35 juta, Amanah bisa membeli barang keperluan toko, bayar sewa kios dan menggaji karyawan. Ken Aam hadir bukan sekedar hanya menyediakan souvenir saja melainkan ada misi khusus yang dituju oleh Amanah, yaitu membantu pengembangan kerajinan ekspor nusantara (KEN) juga demi menjadikan produk kerajinan Indonesia diminati dan terpandang di kalangan dunia. “Maka dari itu saya memberi nama Ken yang berarti kerajinan ekspor nusantara dan Aam yang berarti Amanah yaitu nama saya sendiri,” jelas Amanah.

    Griya Ken Aam yang bertempat di Ruko Tugu Mutiara Jl. RTM Raya Kelapa Dua Depok tersebut mempunyai 4 karyawan yang bertugas sebagai administrasi dan penataan barang, Ken Aam berniat membuka usaha lain yang berseberangan dengan usaha souvenir. “Kami punya rencana akan membuka kafe di lantai 3 mba,” papar Amanah kepada PIP. “Tapi ini masih dalam tahap rencana,” tambahnya lagi.

    Di dalam melakukan pemasaran, tidak perlu susah-susah, pasalnya Ken Aam sendiri sudah banyak dikenal oleh peminat benda seni dan kolektor, jadi Ken Aam hanya menyediakan brosur, karena salah satu karyawannya ada yang masih kuliah di Universitas Indonesia, selain mudah juga menghemat waktu.

    Produk-Produk Ken Aam
    Berbagai barang etnik khas Nusantara tersedia di Ken Aam. Mulai dari yang paling kecil yaitu gantungan kunci sampai benda etnik yang paling besar. Bukan hanya benda etnik yang dijual di Ken Aam, lukisan, keramik, juga tas wanita tersedia di Ken Aam.
    Range harga yang ditawarkan pun beragam, tergantung dari bentuk dan barangnya. Untuk sebuah dompet koin, Amanah menawarkan harga yang tidak menguras kantong kita, hanya Rp 1500. tetapi untuk satu set meja kursi, Amanah mematok harga Rp 6 juta. “Satu set meja kursinya dari akar kayu jati, jadi memang harga yang ditawarkan pantas,” ujar wanita lulusan Oklahoma State University AS ini.

    Beragam produk artistik dari Jogja, Jepara, Solo, Lombok, Bali bahkan dari luar negeri seperti Korea dan Vietnam ada di sini. Usaha yang dirintis Amanah juga telah membuahkan hasil, keuntungan sebesar Rp 17 juta bisa diraupnya. Bukan itu saja, pelanggan tetap yang rutin memesan kepadanya pun tetap setia. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka berawal dari hobi, malah bisa menghasilkan,” ucapnya bersyukur.
    Untuk produk-produk yang ada di gerai Ken Aam, Amanah mendapatkannya dari pensuplai dari berbagai daerah di Indonesia. Tetapi juga ada yang Amanah buat sendiri dibantu oleh para karyawannya.

    Walau begitu, bukan berarti tidak ada kesulitan yang dihadapi Amanah dalam menjalankan bisnisnya. Minat pembeli dan pengetahuan yang kurang akan barang-barang etnik Nusantara menjadi salah satu kendala. “Minat pembeli memang cukup banyak, tapi kan hanya orang-orang tertentu saja,”tutur Amanah.

    Bukan hanya barang-barang untuk oleh-oleh, Ken Aam juga menyediakan pesanan souvenir khusus, baik untuk acara kantor, sekolahan maupun pernikahan. Dan mantapnya lagi, Ken Aam juga sudah mempunyai pelanggan tetap untuk souvenir pesanan ini. “Disini memang bisa memesan souvenir cantik, kebanyakan untuk acara di kampus atau sekolah,” ujar wanita yang pernah menjadi dosen Universitas Indonesia ini.

    Amanah belum berniat untuk mengekspor barang-barang yang ada di Ken Aam, karena misi awalnya memang untuk memperkenalkan souvenir khas dari Indonesia. “Agar orang Indonesia pada umumnya dan turis mancanegara pada khususnya tahu bahwa Indonesia itu kaya akan budaya dan barang-barang etnik yang tidak kalah dari luar negeri mba,” paparnya.

    Kiat-kiat usaha sukses yang diterapkan mantan Ketua Stima Kosgoro ini sangatlah sederhana. Dimulai dari pemasarannya terlebih dahulu, menurutnya jika pemasaran produk Ken Aam sukses, maka semuanya juga ikut sukses.

    Harapan Amanah pun tidak muluk-muluk, dia berharap usaha yang telah dijalankannya selama tiga tahun ini bisa lebih sukses dan maju, masyarakat bisa mengenal produk asli Indonesia dan yang terpenting banyak orang tahu agar menjadi pelanggan di tokonya. (Chindya Citra Mutiara)

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post