• Kacang Kedelei - Sumber Proteni Nabati Dunia

    Majid Hamidi Nanlohy
    Kedelai saat ini merupakan salah satu komoditi dunia yang menjadi sumber utama protein nabati dan minyak nabati. Tanaman yang masuk ke dalam keluarga polong-polongan ini, di wilayah Asia menjadi bahan dasar sejumlah makanan. Seperti tempe, tahu, kecap, susu dan lainnya.

    Amerika Serikat diketahui menjadi salah satu negara produsen utama kedelai. Di negara adidaya ini, kedelei sudah dibudidayakan secara komersial sejak tahun 1810. Hal ini seiring dengan migrasinya sejumlah ras Asia ke daratan Amerika, khususnya ras Cina.

    Bagi masyarakat Cina, tanaman kedelai merupakan makanan pokok sekitar tahun 1100-an. Hal ini berkat keberhasilan petani dari Cina Selatan membudidayakan tanaman kedelai. Sedangkan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, tanaman kedelei dibudidayakan sejak tahun 1875. Masa itu merupakan masa tanam paksa oleh penjajah Belanda. Oleh karena itu, masyarakat Jawa harus menanami pekarangannya dengan berbagai macam tanaman yang dapat mereka budidayakan untuk pangan. Selepas itu, komoditi ini mulai bermigrasi dan dibudidayakan di seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa ke seluruh penjuru tanah air.

    Di wilayah Eropa, komoditi kedelei menjadi populer berkat bangsa Belanda yang membawa hasil kedelei dari Indonesia. Digandrunginya produk berbahan kedelei di Eropa mulai terasa sejak tahun 1500. Dan, pada tahun 1984 sudah tercatat sebanyak 18 perusahaan yang mengembangkan biji kedelei menjadi berbagai macam produk olahan. Demikian pula di Amerika ada sebanyak 53 perusahaan dan di Jepang ada sebanyak 8 perusahaan.

    Pada tahun 1940-an, ada upaya berbagai pihak untuk memperkenalkan biji kedelai ke Zimbabwe sebagai sumber protein nabati yang murah. Namun, usaha ini tidaklah berhasil karena masyarakat setempat tidak memiliki pengalaman mengkonsumsi makanan dari hasil fermentasi kacang.

    Berdasarkan jenisnya, tanaman kedelei dapat diketahui berasal dari wilayah mana. Dari penelusuran para ahli, kedelei dapat dibedakan menjadi dua spesies. Yakni, glycine max atau disebut juga dengan kedelei putih, karena warnanya kuning keputih-putihan. Jenis kedua, glycine soja, atau kedelei hitam.

    Dari jenis itu, glycine max diketahui tanaman yang berasal dari wilayah Asia subtropik, seperti Cina dan Jepang. Sedangkan glycine soja, berasal dari wilayah Asia tropis, khususnya Asia Tenggara.

    Saat ini, Indonesia merupakan negara pengkonsumsi biji kedelai terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelei terbesar di Asia. Sekitar 50 persen dari konsumsi biji kedelei masyarakat Indonesia dikonsumsi dalam bentuk tempe. Sisanya, tahu 40 persen, dan bentuk olahan lainnya sekitar 10 persen. Demikian besarnya konsumsi masyarakat Indonesia akan komoditi kedelei, pertahunnya diketahui rata-rata konsumsi perorang sekitar 6,45 kg.

    Hemat Sehat dan Nikmat
    Kacang kedelai terkenal kaya dengan nilai gizinya dan merupakan salah satu makanan yang mengandung 8 asam amino penting dan dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kacang kedelai tidak mengandung kolesterol, mempunyai rasio rendah kalori dan bertindak sebagai makanan yang tidak menggemukkan bagi penderita obesitas. Kacang kedelai juga mengandung kalsium, zat besi, potassium dan phosphorus. Selain itu, kacang kedelei juga kaya akan vitamin B kompleks, berkalsium tinggi, dan bebas dari racun kimia.

    Kandungan yang cukup tinggi dari sekeping biji kedelei menciptakan sejuta potensi untuk peminatnya. Lesetin yang terkandung dalam sari biji kedelai dapat dijadikan sebagai obat awet muda. Rahasia ini sudah diketahui kalangan luas sejak 50 tahun lalu.

    Selain sebagai obat awet muda, berdasarkan penemuan dari Lisa Richards in Chemistry & Industry, the magazine of the SC, biji kedelai juga dapat membantu menurunkan berat badan, dan mengatasi penyakit diabetes.

    Sedangkan, David Bender, wakil dekan Royal Free and University College Medical School, London, juga menemukan bahwa, kacang kedelei juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian ini dilakukan melalui 32 ekor tikus percobaan yang diberikan kedelai hitam dan setelah 2 minggu memberikan hasil yang cukup signifikan. Total kolesterol darah turun hingga 25%, dan kadar kolesterol LDL (sering disebut kolesterol jahat) turun hingga mencapai 60%.

    Untuk menggali potensi lain dalam sekeping biji kedelai, penelitian kembali dilakukan oleh Dr. Lee-Jane W. Lu, dan rekan-rekannya di University of Texas Medical Branch Galveston. Lalu ditemukan bahwa senyawa anti oksidan yang terkadung dalam biji kedelai diketahui dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara.

    Penelitian oleh Dr. Lee-Jane W. Lu, dan rekan-rekannya di University of Texas Medical Branch Galveston, disambut positif oleh para peneliti di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, ternyata hasil serupa mereka temukan, bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada sekeping biji ini ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.

    Selain berbagai penyakit dapat disembuhkan, ternyata biji kedelai juga dapat dikreasikan menjadi makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang dihasilkan cukup lezat dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, karena harga yang relatif murah, lezat, dan bergizi tinggi.

    Tempe merupakan salah contoh makanan yang dihasilkan dari biji kedelai. Selain rasanya lezat, ternyata makanan ini sudah cukup mendunia. Banyak makanan yang dapat diolah dari tempe, seperti, keripik tempe, tempe mendoan, tempe penyet, dan bisa juga sebagai bahan pelengkap untuk membuat oseng-oseng, semur, dan sayur lainnya.

    Tak kalah lezatnya adalah tahu yang juga berasal dari Kedelai. Jenis tahu cukup beragam, ada tahu tofu, tahu sutra, tahu goreng, tahu cina, dan masih banyak lagi. Ampas tahu dapat diolah menjadi tepung serat tahu (okara), yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar dari pembuatan brownies. Selain dapat menjadi nilai tambah pada produsen tahu, pembuatan brownies dari tepung okara ini juga dapat dijadikan suatu alternatif camilan dengan harga yang ekonomis namun bernilai gizi tinggi.

    Selain tempe dan tahu, biji kedelai juga dapat diolah menjadi susu. Susu yang diolah dari biji kedelai, tak kalah gizinya dari susu sapi sebab mutu proteinnya nyaris sama dengan susu sapi. Dua gelas susu kedelai sudah dapat memenuhi 30% kebutuhan protein sehari. Susu ini baik dikonsumsi oleh mereka yang alergi susu sapi, yaitu orang-orang yang tidak punya atau kurang enzim laktase dalam saluran pencernaannya, sehingga tidak mampu mencerna laktosa dalam susu sapi.

    Untuk balita dua gelas susu kedelai sudah dapat memenuhi 30 % kebutuhan protein sehari. Dibandingkan dengan susu sapi, komposisi asam amino dalam protein susu kedelai kekurangan jumlah asam amino metionin dan sistein. Tetapi, karena kandungan asam amino lisin yang cukup tinggi, maka susu kedelai dapat meningkatkan nilai gizi protein dari nasi dan makanan sereal lainnya.

    Mutu protein dalam susu kedelai hampir sama dengan mutu protein susu sapi. Misalnya, protein efisiensi rasio (PER) susu kedelai adalah 2,3, sedangkan PER susu sapi 2,5. Susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya terutama kalsium lebih sedikit ketimbang susu sapi. Karena itu dianjurkan penambahan atau fortifikasi mineral dan vitamin pada susu kedelai yang diproduksi oleh industri besar.

    Ford Mustang Gunakan Kedelei Jadi Jok
    Kedelai rupanya benar-benar multifungsi. Dari bahan baku panganan tradisional, tempe, tahu, hingga kudapan moderen seperti susu dan es krim, kini kedelai melebarkan kiprahnyasebagai bahan untuk membuat Jok mobil.

    Baru-baru ini Ford Motor Company berencana membuat jok mobilnya dengan busa berbahan dasar kedelai. Upaya itu seiring dengan tren ramah lingkungan akhir-akhir ini. Kepala Teknik Departemen Rekayasa dan Penelitian Material Ford Debbie Mielews mengatakan, ”menggunakan busa berbahan dasar kedelai memberikan kita kesempatan untuk melestarikan sumber daya alam. Kedelai kan sangat ramah lingkungan dan terbarukan.”

    Kedelei merupakan sumber daya alam terbarukan, dibanding dengan bahan busa lazimnya, yang berasal dari minyak bumi yang makin langka. Maklum, kebanyakan jok mobil dibuat dari rata-rata 13 kilogram busa polyol yang berbahan dasar minyak bumi. Kandungan kedelai yang akan dipakai bahan baku jok mencapai 24 persen. Cukup hemat energi dalam memproduksi dan memotong emisi karbondioksida.

    Jok mobil kedelai ini akan diproduksi oleh penyuplai perlengkapan mobil Lear Corp. Ini akan menjadikan Lear Corp perusahaan pertama yang membuat kursi dari bahan yang bisa didaur ulang penuh. Rencananya, jok kedelai ini akan diterapkan pada mobil gagah buatan Ford, Mustang dengan seri terbaru. Dan, pihak Ford akan merilis dan memasarkan mobil kebanggaan bangsa Amerika itu pada tahun 2008 nanti.

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post