• Komiditi Jeruk - Orange Jeruk, Buah Segar Asli Asia


    Siapa pun pasti mengenal buah jeruk. Buah berbau harum, yang rasanya asam manis. Selama ini kita pun mungkin hanya mengenal jeruk sebagai bahan dasar pembuat sirup rasa jeruk, permen, parfum atau rempah masakan. Atau memahami jika beberapa perusahaan obat juga menyertakan jeruk sebagai salah satu bahan, terutama untuk obat batuk, pilek dan demam bagi anak-anak. Dan mungkin tidak banyak yang tahu jika sebenarnya dari kulit hingga biji, jeruk mampu diandalkan untuk menghadang beragam penyakit. Selain tentu saja jika produksinya sangat menguntungkan dalam segi ekonomi.

    Sebenarnya, Jeruk atau limau merupakan semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa asam segar. Walau banyak diantara anggotanya yang memiliki rasa yang begitu manis. Dan memang rasa asam tersebut berasal dari kandungan asam
    sitrat dari buah jeruk.

    Sementara ukuran pohon jeruk juga kecil dari jenis perdu atau semak besar dengan ketinggian antara 2 hingga 15 m. Batang atau ranting berduri panjang tetapi tidak rapat. Daunnya berwarna hijau dengan tepi rata, tunggal, permukaan biasanya licin dan agak berminyak. Bunga tunggal atau dalam kelompok, lima mahkota bunga (kadang-kadang empat) berwarna putih atau kuning pucat. Buah bertipe "buah jeruk" (hesperidium), semacam buah buni, membulat atau seperti tabung, ukuran bervariasi dengan diameter antara 2 hingga 30 cm atau tergantung dengan jenisnya. Dan kulit buah jeruk yang umumnya berdaging memiliki kandungan minyak atsiri.

    Sebagian orang memanfaatkan buah dan daun jeruk sebagai penyedap atau komponen kue serta puding. Aroma yang khas berasal dari sejumlah flavonoid dan beberapa terpenoid. Dan tidak sedikit juga yang menggunakan keharuman dan rasa jeruk sebagai rempah masakan, bahan rasa dan aroma bagi permen, sabun, shampo, parfum serta obat-obatan. Mulai dari obat batuk, pilek dan demam. Hingga obat-obat luar seperti obat pembasmi serangga, pembersih lantai, losion anti nyamuk dan produk-produk khas industri lainnya. Meski juga diketahui, jika jeruk sejak dahulu kala sudah menjadi bagian dari bahan pembuatan obat tradisional.

    Di tanah air, kita banyak mengenal sebutan untuk buah jeruk. Mulai dari limau (Sumatera dan Malaysia) yang dapat diartikan sebagai jeruk yang rasanya manis atau biasa juga kita kenal sebagai jeruk keprok. Namun di daerah Jawa, sebutan limau atau limo dapat berarti sebagai jeruk nipis. Yaitu jeruk berkulit hijau tebal dengan buah berdaging putih pucat yang meski harum tetapi rasanya asam pekat. Jeruk nipis banyak dipergunakan sebagai penyedap masakan, terutama untuk menghasilkan rasa asam segar sekaligus penghilang bau amis daging. Seperti pada masakan soto, bakso atau sop kambing.

    Dalam urusan spesies, jeruk sangat beragam juga dapat saling bersilangan dan menghasilkan hibrida antarspesies ('interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini juga seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya. Beberapa penelitian terakhir bahkan menunjukkan adanya keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan dilakukan penggabungan. Sementara Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus), yaitu Citrus dan Papeda.

    Tanaman jeruk berasal dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Kondisi perluasan penanamannya kemudian membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Sehingga kemudian kita mengenal Jeruk manis dan sitrun (lemon) berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.

    Dalam pengertiannya, jeruk manis (Citrus sinensis) merupakan jeruk yang memiliki kulit tebal dan biasanya untuk dapat dikonsumsi harus terlebih dahulu dipotong dengan pisau. Jeruk yang termasuk dalam kelompok ini antara lain jeruk Pacitan dan jeruk Valensia. Sementara jeruk keprok (Citrus reticulata) atau dalam perdagangan internasional disebut jeruk Mandarin. Jeruk ini memiliki ciri berkulit tebal dan buahnya agak besar, yang pada awalnya banyak ditemukan di China dan Asia Tenggara.

    Jeruk dibawa ke Eropa dan Amerika sekitar tahun 1800-an. Lalu ada juga jeruk siam (Citrus suhuensis) atau disebut jeruk Tanggerin memiliki ciri berkulit tipis. Dan rupanya, hampir 80 persen jeruk yang ada di Indonesia merupakan jeruk siam. Tetapi jangan lupa, ada juga jenis jeruk tertentu seperti jeruk nipis (jeruk asli Indonesia), jeruk pamelo atau jeruk besar (jeruk Bali), jeruk purut, dan jeruk sambal.

    Pada perkembangannya, ada beberapa negara yang secara mencolok menampilkan kesuksesan dalam urusan “panen” jeruk. Jika semula negara sekelas Amerika Serikat nampak begitu merajai dunia dalam urusan produk buah dan sayuran, kini China memamerkan “keperkasaannya” dalam hal yang sama. Salah satu produk buah China yang begitu membanjiri pasar dunia termasuk Indonesia, antara lain jeruk. Kondisi impor buah yang menggila dari China ke ranah lokal ini tentu menjadi suatu ironi mengingat negara kita sebenarnya subur makmur termasuk untuk produksi holtikultura. Apalagi untuk urusan jeruk. Bukan hanya untuk kaya dengan produksi, tetapi juga lengkap dengan beragamnya varietas lokal.

    Beberapa waktu lalu, pihak Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura
    Subtropis (Lolitjeruk), Badan Libtang Pertanian, yang berada di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, bahkan mengungkap jika pihaknya ternyata sudah lama berusaha mengumpulkan salah satu kekayaan sumber daya hayati tersebut. Tercatat, setidaknya lembaga ini sudah mengumpulkan paling tidak 160 varietas jeruk dari Sabang sampai Merauke, serta sedikit dari varietas luar negeri.Beberapa di antaranya adalah jeruk keprok Tejakula, Sipirok, Kacang, Siem, Banjar, Sioumpu, Siam Madu,dan Bali Merah. Ada juga Crifta 01, Jemari Taji, PameloRatu, Raja, Magetan, Sri Nyonya, Nambangan, dan jeruk manis Pacitan.

    Karena termasuk dalam jenis buah yang sangat digandrungi untuk dikonsumsi, jeruk dalam segi ekonomi memang dipastikan akan terus menjanjikan pencerahan. Jika ingin bertanam jeruk untuk komersial, tentu akan banyak mengeruk keuntungan karena minat terhadap buah jeruk seakan tidak pernah surut. Setidaknya, dari balita hingga nenek tua renta dapat mengkonsumsi buah ini. Rasa-rasanya, juga belum terdengar ada orang yang alergi atau berpantangan terhadap jeruk. Seperti misalnya, kebanyakan makan jengkol lalu kena jengkolan, atau kemaruk makan durian jadi mabok durian.

    Apalagi memang Indonesia cukup kaya dengan varietas jeruk. Sehingga sudah searusnya untuk memikirkan upaya peningkatan mutu jeruk lokal dan agresifitas pemasaran sehingga tercipta peluang ekspor. Selain itu, tentu harus tidak mengesampingkan upaya lain, seperti memaksimalkan penanaman jeruk di berbagai daerah sehingga produksi tidak hanya memenuhi pasar lokal saja.

    Si Bulat Berkhasiat
    Banyak macam jeruk yang kita kenal selama ini. Seperti jeruk manis, atau jeruk yang memiliki bentuk bulat yang hampir sempurna ini banyak tumbuh di daerah Florida dan California, Amerika Serikat. Jeruk manis terbaik adalah yang berkulit tipis, ukurannya sedang (tidak besar dan tidak kecil) dengan berat seimbang, rasanya manis, berbuah tebal dan sukar dikupas. Mengandung kadar gula dan vitamin C cukup tinggi, sehingga sangat baik bagi pertahanan tubuh, pengobatan panas dalam serta sariawan. Sering mengkonsumsinya, terutama bagi anak-anak, memberikan efek sangat baik bagi daya tahan tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

    Lalu ada pula jeruk mandarin, yang banyak tumbuh di wilayah Asia. Jeruk mandarin terbaik adalah yang kulit buahnya mudah dikupas, banyak airnya dan rasanya manis namun sedikit asam. Kita juga mengetahui adanya jenis jeruk keprok atau jeruk jenis jeruk yang di Indonesia dikenal dengan nama jeruk Jepun ini berasal dari Vietnam. Jeruk keprok terbaik adalah yang berkulit tipis, daging buahnya tebal dan mudah terpisah, teksturnya lembut dan lunak, bijinya sedikit, banyak mengandung air, rasanya manis dan aromanya segar.

    Dan di tanah air, pastilah kita bangga dengan jeruk asli kita ini. Yaitu, jeruk nipis. Rasanya yang sangat asam itu membuat jeruk nipis biasa digunakan sebagai pelengkap rasa pada minuman atau masakan. Jeruk nipis terbaik adalah yang warna kulit hijaunya mengkilat dan daging buahnya putih kekuningan. Karena khasiatnya, jeruk nipis dalam pengobatan tradisional juga digunakan untuk membersihkan kuku, mengatasi ketombe serta obat batuk. menyembuhkan penyakit batuk tanpa demam
    Cara membuat ramuannya: jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya. Kemudian tambahkan madu sebanyak perasan air jeruk. Aduk kedua bahan hingga tercampur rata. Minum tiga kali sehari dengan dosis satu sebdok makan untuk orang dewasa dan setengah sendok teh untuk anak-anak.

    Obat batuk disertai pilek
    Bahan yang diperlukan: satu buah jeruk nipis, minyak kayu putih dan kapur sirih.
    Jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya. Tambahkan minyak kayu putih dan kapur sirih sebanyak perasan. Setelah ketiga bahan tercampur oleskan pada dada, leher dan punggung penderita sakit batuk pilek.

    Sakit demam pada anak-anak
    Bahan yang diperlukan: satu buah jeruk nipis, tiga suing bawang merah, satu suing bawang putih, satu sendok, minyak kelapa dan garam secukupnya. Caranya: jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya. Bawang merah dan bawang putih diparut kemudian ditambahkan garam dan minyak kelapa, aduk hingga tercampur rata. Campurkan air jeruk nipis dan parutan bawang yang telah bercampur dengan minyak kelapa dan garam tadi. Kompreskan secara merata pada dahi terutama ubun-ubun.

    Obat panas, menggigil, dingin
    Bahan: satu buah jeruk nipis, setengah pelepah daun papaya, kencur satu ruas jari. Cara membuat ramuan: Jeruk nipis dibelah dicampur dengan daun papaya dan kencur. Ketiga, bahan direbus dengan tiga gelas air. Rebus ramuan hingga tersisa satu gelas dan saring airnya untuk diminum tiga gelas sehari sebabyak setengah gelas.

    Obat batuk secara umum
    Bahan: Satu buah jeruk nipis, kecap dan madu secukupnya. Cara membuat ramuan: Jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya, kemudian dicampur dengan kecap dan madu sama banyaknya. Aduk sampai rata. Minumkan pada penderita sehari sekali satu sendok

    Saudara jeruk nipis yang tergolong mirip sebut saja jeruk lemon. Hanya terlihat berbeda pada warna kulitnya yang justru kuning mengkilat. Rasa asam pada jeruk lemon terkadang menjadi campuran unik berkhasiat bagi minuman the, yang jika diminum rutin konon dapat melangsingkan badan.

    Jeruk-jeruk lain di tanah air yang kita kenal, juga tidak terlepas dari keunikan bentuk dan kulitnya. Seperti jeruk Medan, yang meski warnanya terlihat mentah karena kehijauan tetapi justru menampilkan rasa yang begitu manis. Dalam segi ukuran, jeruk medan berkualitas justru agak berat, dan teksturnya unik karena memiliki sedikit lekukan pada bagian atas namun jika dipegang terasa empuk. Lalu juga ada jeruk Bali yang bentuknya unik, kerena ukurannya lebih besar dari jeruk-jeruk lainnya. Jeruk Bali yang termasuk dalam kualitas terbaik memiliki kulit luar berwarna agak kekuningan dan tebal. Daging buahnya sangat rapat satu dengan yang lainnya, berwarna merah muda dengan rasa manis dan banyak mengandung air. Karena dagingnya yang begitu tebal ini, sebagian orang bahkan tidak ragu untuk menjadikannya sebagai bahan untuk rujak.

    Selain memahami jenis-jenis jeruk, tidak ada salahnya jika kita juga mengetahui khasiat tertentu dari jeruk yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Begitu luar biasanya sebuah jeruk, bahkan Rasulullah bahkan bersabda,“Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an ialah seperti buah jeruk, rasanya manis dan aromanya harum” (HR. Bukhari 8/59 dan Muslim (797).

    Diantara manfaat kulit jeruk, jika diletakkan pada pakaian dapat mencegah ngengat atau tunggau. Aromanya bisa menetralisir udara kotor, mampu mengatasi bau mulut, serta membantu proses pencernaan jika digunakan dalam campuran makanan. Penulis kitab Al-Qanun bahkan mengatakan, “Perasan kulitnya dapat digunakan sebagai pembalut luka, abu dari kulitnya merupakan penggosok yang baik terhadap lepra.”

    Selain itu, daging buah jeruk dipercayai mampu mengurangi panas perut. Juga bermanfaat bagi penderita penyakit empedu hingga wasir. Sedangkan mengenai manfaat bijinya, Ibnu Marwaih mengatakan, “Khasiat bijinya bermanfaat terhadap bisa (racun) yang mematikan, dengan cara meredam biji tersebut dalam air hangat. Kemudian air redaman biji tadi diminum seukuran dua mitsqal (dua timbangan) masing-masing seberat kira-kira dua puluh lima gram. Juga akan sangat bermanfaat apabila biji tersebut dilumat dan diletakkan pada bagian tubuh yang terkena sengatan.”

    Lalu juga ada yang mengungkapkan, jika khasiat biji sitrun bermanfaat terhadap sengatan kalajengking, dengan cara meminum dua mitsqal air rendaman biji yang diperoleh dengan merendam biji tadi dalam air hangat. Juga bermanfaat jika dilumatkan dan diletakkan pada tempat sengatan. Karena manfaatnya yang demikian banyak, maka pantaslah jika jeruk dijadikan permisalan bagi eksistensi seorang mukmin yang gemar membaca Al-Qur’an.

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Bookmark and Share

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post