• Komoditi Tembakau, Tumbuhan Anti Kanker

    Majid Hamidi Nanlohy
    Selama ratusan tahun mungkin, masyarakat kita lebih banyak mengenal tembakau(Nicotiana spp., L.) sebagai salah satu bahan pelengkap ritual adat. Seprti dalam penyambutan tamu dengan makan sirih. Dunia juga mengenal tumbuhan dari benua Amerika ini sebagai bahan pembuat rokok, dan menyebarkan asap keuntungan yang luar biasa. Meski dituding dapat merusak kesehatan, tetapi mungkin banyak yang belum tahu kalau tumbuhan ini justru bisa membunuh hama dan menghajar penyakit kanker.

    Tembakau merupakan genus tanaman berdaun lebar yang berasal dari daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Daun dari pohon ini sering digunakan sebagai bahan baku rokok, baik dengan menggunakan pipa maupun digulung dalam bentuk rokok atau cerutu. Daun tembakau dapat pula dikunyah atau dikulum, dan ada pula yang menghisap bubuk tembakau melalui hidung. Kandungan zat alkaloid nikotin pada tembakau adalah sejenis neurotoxin yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga. Dan memang zat ini sering digunakan sebagai bahan utama insektisida.

    Asal kata tembakau, ternyata dari bahasa Spanyol “tabaco” dan dianggap sebagai asal kata dalam bahasa Arawakan, khususnya, dalam bahasa Taino di Karibia. Karena disebutkan mengacu pada gulungan daun-daun pada tumbuhan ini, menurut Bartolome de Las Casas, pada tahun 1552, bisa juga dari kata "tabago". Yakni sejenis pipa berbentuk y untuk menghirup asap tembakau.

    Menurut Oviedo, daun-daun tembakau dirujuk sebagai Cohiba, tetapi Sp. Tabaco juga It. Tobacco, umumnya digunakan untuk mendefinisikan tumbuhan obat-obatan sejak tahun 1410, yang berasal dari Bahasa Arab "tabbaq", yang dikabarkan ada sejak abad ke-9, sebagai nama dari berbagai jenis tumbuhan. Sedangkan kata tobacco dalam bahasa Inggris, bisa jadi berasal dari Eropa, dan pada akhirnya diterapkan untuk tumbuhan sejenis yang berasal dari Amerika.

    Tanaman tembakau bisa juga disebut Genus Nicotiana, yang merupakan cabang dari solanaceace family. Seperti juga beragam jenis tanaman di keluarganya seperti terong dan tomat, tembakau juga datang dari benua Amerika, sebagaimana penggunaan tanaman tembakau; di awal abad ke-16, beberapa perbedaan varietas telah dipercaya masih di bawah perawatan. Tembakau modern datang dari dua spesies liar dari Nicotiana yang ditemukan di wilayah timur dari Andean tengah, suatu area yang dekat dengan Bolivia dan Argentina.

    Sebagai hasil pertanian, tembakau diproses dari daun-daun yang segar. Dalam sejarahnya, kebudayaan asli Amerika mengenal tembakau sebagai produk kering untuk bahan pembuat rokok atau cerutu dan juga terkadang dihisap dengan menggunakan pipa. Bahkan pada kebudayaan lain seperti di Indonesia misalnya, tembakau terkadang disumpalkan ke dalam mulut diantara pipi dan gusi setelah mengunyah sirih. Dan penggunaan tembakau ini ternyata dapat juga menyebabkan ketergantunan yang membahayakan karena kandungan nikotin yang ada di dalamnya yang berdampak buruk terhadap kesehatan. Apalagi jika terus digunakan dalam jangka panjang dapat menyebabkan antara lain penyakit kanker, kardiovaskular hingga membahayakan janin serta menyebabkan impotensi.

    Tetapi nampaknya, ketergantungan manusia terhadap rokok sulit dihapuskan. Meski begitu banyak seruan maupun slogan untuk menjauhi barang ini, tetapi pada kenyataannya industri rokok justru semakin lebar dan menjamur. Padahal data di Amerika Serikat menyebutkan, sekitar 440 ribu orang disana mati setiap tahun karena menjadi perokok aktif. Dan 3 ribu orang terpaksa jadi korban karena secara tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain- perokok pasif, serta seribu bayi meninggal sebelum dilahirkan dari ibu-ibu yang merupakan seorang perokok. Belum lagi ada bukti lain yang juga menyebutkan jika para ibu perokok aktif ini juga ada yang melahirkan bayi-bayi dengan cacat fisik.

    Namun sejarah menyebutkan, penemuan dari Colombus ini menandai titik balik dari tanaman tembakau. Tanaman ini dengan segera tumbuh di Eropa, dan telah tersebar ke seluruh dunia melalui Spanyol, Portugis, nelayan Inggris, para pedagang dan para pemburu. Tembakau dipercaya tiba di Jepang pada akhir abad ke-16, dimana pada saat itu pertukaran dengan negara Iberia telah terjadi dan abad ini merupakan masa penting di Eropa.

    Kemudian tembakau menjalar ke berbagai belahan dunia, dan mungkin banyak yang tidak mengetahui pola dan gaya untuk mengkonsumsi tembakau yang telah berkembang untuk menyesuaikan dengan kondisi local dan rasa di berbagai daerah. Bentuk dari pipa Eropa yang panjang dan pipa yang gepeng digunakan di Jepang dan bagian lain di negara negara Timur Asia, hookahs dan water-pipies (pipa air) yang dekat dengan daerah timur adalah sebagai contoh dari bermacam-macam tema tanaman tembakau untuk dikonsumsi yang tersebar mulai dari benua Amerika hingga ke seluruh dunia.

    Pada masa kini, banyak peneliti yang mengembangkan kegunaan tembakau. Tidak lagi tersohor sebagai penyaji asap kenikmatan dari setiap hembusan rokok. Tembakau akhirnya juga digunakan untuk kepentingan pertanian dan kesehatan. Dalam dunia pertanian, tembakau dikenal sebagai pembasmi hama yang mujarab. Tanaman-tanaman terbaik anda dipastikan aman selama berkenalan dengan tembakau. Dan kaum wanita pun tidak lagi dibuat ketakutan dengan setan menakutkan dari kanker mulut rahim. Karena lagi-lagi, si tembakau ini menjadi tumbuhan penyelamat.

    Penangkal Kanker Rahim
    Selama ini tudingan negatif selalu mengarah kepada tembakau, salah satunya sebagai penyebab kanker. Tetapi rupanya, beberapa waktu lalu peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknolgoi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) DR. Arief Budi Witarto MEng, justru menemukan protein anti kanker dalam tembakau. Dan proposal penelitian soal inilah yang membawa Doktor Bioteknologi dari Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang itu meraih penghargaan dari Badan riset Jerman DAAD dan Fraunhofer di Jakarta.

    Ternyata, dalam usulan risetnya tersebut, Arief mencoba untuk memproduksi protein penting "Growth Colony Stimulating Factor" (GCSF) dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotiana spp., L.) lokal dari varietas yang paling sesuai "genjah kenongo" dari 18 varietas lokal yang ditelitinya. Dan tanaman tembakau ini tidak diambil daun tembakaunya untuk memproduksi rokok tetapi dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF, suatu hormon yang menstimulasi produksi darah.

    Menurut Arif, protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri. Setelah masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita akan mendapatkancairannya berupa protein. Selain untuk protein antikanker, GSCF, ujarnya, bisa juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.

    Arief memang merupakan pakar di bidang rekayasa protein dan telah banyak menerima penghargaan, antara lain Paramadina Award 2005 untuk bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Universitas Paramadina dan PII Engineering Award 2005 untuk kategori Adhicipta Rekayasa atau Best Creation in Engineering dari PII/Persatuan Insinyur Indonesia. Bahkan dia pernah menerima penghargaan lain yaitu Science and Technology Award 2003 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) dan Peneliti Muda Terbaik Indonesia 2002 untuk bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa dari LIPI. Serta pernah terpilih dengan nilai tertinggi mewakili Indonesia bersama empat peneliti muda Indonesia lainnya dengan undangan resmi dari Pemerintah Jerman untuk menghadiri Pertemuan Para Penerima Hadiah Nobel di kota Lindau Jerman.

    Selama ini kanker mulut rahim belum ada obat penawarnya, namun tumbuhan tembakau bisa menjadi alternatif. Ini salah satu manfaat tumbuhan tembakau. Berdasarkan penelitian, tumbuhan tersebut mampu menjadi wadah perkembangan genetik human papilloma virus (HPV) memproduksi sel kuman yang nantinya dapat menjadi antibodi bagi virus pencetus kanker mulut rahim. Bahkan penelitian terbaru mengenai obat penawar kanker mulut rahim itu kini sedang dilakukan para ilmuwan dari Pusat Kesehatan Universitas Georgetown (Georgetown University Medical Center) dan Universitas North Carolina, Amerika Serikat.

    Ternyata, setelah diteliti, secara genetik tumbuhan tembakau mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibodi terhadap HPV yang menjadi penyebab terjadinya kanker mulut rahim. Proyek penelitian tersebut didanai tiga juta dolar AS dari kocek pemerintah pusat sebagai bagian peraturan perundangan tentang perkebunan yang baru-baru ini dikeluarkan Kongres.

    Kepala Peneliti di Georgetown University, Washington DC, Dr. Kenneth Dretchen menjelaskan ide penelitian itu antara lain mengembangkan antibodi terhadap HPV. Untuk beberapa alasan HPV tidak berkembang biak dengan baik di bawah kondisi mikrobiologi normal. Hasil penelitian mengungkapkan lingkungan yang tepat untuk perkembangan sel kuman itu terdapat pada tumbuhan tembakau.

    Meskipun terdengar aneh dan mengada-ada, Dretchen mengatakan pihaknya telah lama melakukan penelitian terhadap virus HPV itu di Georgetown. Tetapi kendalanya saat ini adalah kurangnya kuantitas antibodi yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan penyembuhan secara besar-besaran. Penelitian itu dimaksudkan juga untuk mencari solusi pengembangan kuantitas virus antibodi.

    Sementara itu North Carolina State University akan menggunakan tenaga ahlinya dalam penanaman tembakau. Mereka akan memproduksi dan mengadakan tes terhadap antibodi tersebut , yang nantinya akan memakan waktu 2-3 tahun sebelum dilakukan tes laboratorium. Penelitian tersebut adalah salah satu upaya mencari pengobatan bagi kanker mulut rahim yang hingga kini belum diketahui obat penawarnya.

    Pengobatan atas kanker mulut rahim selama ini dilakukan dengan tiga cara yakni operasi, radiasi (penyinaran) dan kemoterapi. Masing-masing terapi itu dilakukan dokter menurut stadium kanker yang dialami pasien dan dengan pertimbangan kaidah dan risiko bagi pasien.

    Kanker leher rahim sampai kini belum diketahui penyebabnya. Namun berdasarkan penelitian terbaru, virus HPV merupakan salah satu pemicunya. HPV dapat menjangkiti seorang wanita jika pasangan seksualnya mengidap virus tersebut akibat gonta-ganti pasangan. Selain itu, wanita yang mempunyai kebiasaan merokok juga rawan terkena kanker ini. Dan rupanya zat nikotin yang dikandung tembakau mempunyai kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim, sehingga membuatnya rentan terhadap sel-sel kanker.

    Kanker mulut rahim biasanya menyerang perempuan usia produktif atau pernah melakukan hubungan seks, sering berganti pasangan seksual, kawin dalam usia relatif muda (belum berusia 17 tahun) dan banyak melahirkan. Pada kasus kanker mulut rahim, hampir tidak pernah terjadi pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Untuk mengetahui gejalanya sejak dini sebaiknya kaum wanita secara rutin melakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali setelah berhubungan seks, atau tiga bulan setelah melahirkan untuk mendeteksi ada atau tidaknya prakanker/displasia. Kelemahan pemeriksaan pap smear ini, antara lain disebabkan pengeluaran cairan dari vagina kurang memadai hingga sel di dalamnya tidak terllihat. Kelemahan lain, disebutkan kemungkinana zat pewarnaan yang digunakan sudah melampaui batas waktu (expire date).

    Dan kendala dapat pula terjadi jika ditemukan kasus human error, misalnya ahli patologi yang membaca hasil pemeriksaan kebetulan matanya lelah, sehingga terjadi kesalahan. Akan anggapan kanker mulut rahim dapat muncul tiba-tiba, tidak benar. Asalkan rutin memeriksakan diri, keberadaan HPV dapat dideteksi. Displasia atau prakanker terdiri dari tiga tahapan, yaitu ringan, sedang dan berat. Dari tahap displasia menjadi kanker stadium dini, memakan waktu dua tahun. Untuk membuktikan displasia setelah menjalani pemeriksaan pap smear dan dijumpai kelainan, selanjutnya dilakukan biopsi, jaringan kanker dipotong dan diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

    Mengenai gejala kanker mulut rahim itu, pada tahap displasia sampai stadium I, praktis tanpa keluhan. Baru menginjak stadium 1 A- 3b terdapat keluhan pasien, sedangkan pada stadium 4B sel kanker sudah menjalar ke otak dan paru-paru. Penyakit kanker mulut rahim, merupakan penyakit yang banyak diidap kaum wanita di Indonesia. Jadi tidak ada salahnya jika kita mulai menjaga kesehatan sejak dini, menggelar pemeriksaan rutin dan mulai bersahabat dengan tembakau!

    Senangnya Menghisap Tembakau Senang
    Di tanah air, untuk urusan tembakau, Lombok mejadi juaranya baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Tembakau Virginia Lombok terkenal sebagai kualitas terbaik nomor 3 sedunia, dibawah tembakau Zimbabwe dan China. Selain diekspor ke negara-negara Eropa seperti Jerman dan Belanda, tembakau ini juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik rokok di Indonesia.

    Sebenarnya tembakau Lombok terdiri atas dua jenis yang dikenal luas, yakni tembakau Virginia yang berasal dari varietas negeri Paman Sam, Virginia Amerika, dan tembakau rakyat yang biasa disebut tembakau rajangan seperti tembakau Senang, tembakau Kesturi, Eskort, tembakau Hitam, dan Makopan.Sementara tembakau lokal yang banyak dibicarakan adalah tembakau Senang, yang berasa khas khusus ditanam di Kampung Senang, Lombok Timur.

    Eh, tunggu dulu! Jangan bilang Anda seorang penikmat merokok, jika belum mencoba tembakau Senang. Setidaknya inilah ungkapan para perokok yang pernah mencoba tembakau Senang yang asli. Meski jenisnya tidak banyak dan tidak dipasarkan bahkan ke pasar tradisional sekalipun, karena jumlahnya yang minim. Tetapi rasa khas yang dimiliki tembakau ini konon sangat luar biasa, membuat banyak orang memburunya bak barang langka. Apalagi harganya memang tergolong mahal antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu untuk setengah kilogramnya! Bandingkan dengan harga tembakau Lombok jensi Kesturi, Kuning atau Hitam yang paling hanya Rp 10 ribu hingga Rp 60 ribu untuk setengah kilogramnya.

    Taru Martani
    Meski industri rokok saat ini begitu berkembang pesat, tetapi tembakau rajangan khas masyarakat Lombok tetap selalu teringat. Perdagangan tembakau daerahnya ini begitu lancar mengusai wilayah pasar tradisional di Mataram, baik pasar besar seperti Pasar Mandalika, Pasar Kebon Roek, Pasar Ampenan, Pasar Cakranegara, Pasar Sindu, Pasar Pagesangan, maupun pasar-pasar kecil lainnya. Bisa jadi hal itu karena rasanya yang enak atau juga harganya yang jauh lebih murah ketimbang rokok pabrikan. Dan penggemar tembakau rajangan ini ternyata dari semua kalangan.

    Beda tembakau Senang, beda pula dengan tembakau Java Besuki sebagai cikal bakal cerutu kelas dunia. Diketahui, sejak tahun 1918, Taru Martani senantiasa menciptakan formulasi campuran tembakau cerutu yang bercita rasa tinggi guna memenuhi keinginan dari pecinta cerutu sejati. Saat ini Taru Martani memproduksi 14 jenis cerutu yang sudah dikenal diseluruh dunia, yaitu Cigarillos/Treasure, Extra Cigarillos, Senoritas, Panatella, Slim Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona / Grand Corona, Boheme, Royal, Perfecto, Rothschild, and Churchill.

    Dalam perkembangannya Taru Martani saat ini memproduksi 3 formulasi campuran cerutu yaitu : Natural Cigar (murni tembakau), Flavour Cigar (tembakau dengan saus/aroma Mint, Amareto, Vanilla, Rum dan Hazelnut) dan Mild Cigar (tembakau “ringan’). Bahan baku Taru Martani tembakau dari daerah Besuki, Jember, Jawa Timur. Tembakau tersebut bernama Java Besuki yang memiliki rasa tembakau yang cukup menonjol dengan warna coklat kehitaman.

    Dalam prosesnya, Java Besuki digunakan untuk pembungkus dalam (omblad) dan pembungkus luar (dekblad) cerutu. Sementara untuk isi (filler) digunakan tembakau Java Besuki yang telah dicampur dengan tembakau dari Havana dan Brasil. Keunikan pembuatan cerutu Taru Martani adalah karena semua proses pembuatannya dilakukan secara manual dengan tangan. Oleh karena itu dapat dikatakan setiap batang cerutu dibuat dengan ketelitian tinggi dan menjadi hasil karya yang terpilih. Dan benar-benar luar biasa.

    Saat ini sebanyak empat belas jenis cerutu produksi Taru Martani saat ini telah menjadi komoditi ekspor yang cukup menjanjikan. Pasarannya merambah negara Belanda, Belgia, Jerman, Cekoslovakia, Amerika, Asia dan dalam waktu dekat Taru Martani akan melebarkan sayap ke Eropa Timur dan Eropa Tengah serta ASEAN.

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post