• Koperasi Kospin Jasa Pekalongan-Jateng

    Dengan volume usaha lebih dari Rp 5 triliun, posisi Kospin Jasa di nomor wahid, sulit direbut koperasi lain. Dengan pengalaman yang sangat panjang, koperasi ini malah berpotensi untuk makin membesarkan skala bisnisnya.

    KOSPIN JASA adalah fenomena. Koperasi yang dibentuk di Pekalongan pada 13 Desember 1973 ini, berhasil mengembangkan bisnisnya, hingga merambah daerah lain. Koperasi ini menggambarkan kebinekaan karena sejak didirikan para pendiri hingga kini anggotanya meliputi tiga etnis, yaitu etnis Jawa, Arab dan Tionghoa. Berkat pengelolaan yang bagus dan komitmen tinggi dari para pengurus dan pengawas, koperasi yang beranggotakan 6.357 orang ini kinerjanya terus meningkat dari tahun ke tahun.
    Kelahiran Kospin Jasa antara lain dibidani seorang tokoh koperasi nasional Ahmad Djunaed. Kini generasi ketiganya pun ikut menggawangi koperasi. Bahkan di tangan generasi kedua Zaky Arslan Djunaed, Kospin Jasa makin menebarkan jasa-jasanya pada anggota dan calon anggota membesarkan usahanya berkat pinjaman yang diberikan. Yakni sesuai cita-cita A Djunaed dan para pendiri lain yang menyepakati nama Jasa, agar benar-benar memberikan jasa atau manfaat bagi anggotanya.

    Hasilnya, kini Kospin Jasa telah memiliki hampir 100 cabang di Jawa dan Bali. Baik dalam segi aset maupun volume usahanya, terus meninggalkan koperasi-koperasi yang ada, bahkan koperasi yang usianya jauh lebih tua. Tepatnya pada 31 Desember 2008, koperasi yang tetap komitmen berbisnis pada jasa keuangan simpan pinjam secara konvensional maupun syariah, membukukan aset Rp 1.245.743.567.747 dan volume usaha Rp 5.055.742.469.966.

    Kospin Jasa bukan hanya piawai menyalurkan dan mengelola pinjaman, tetapi juga menghimpun dana masyarakat, baik anggota maupun calon anggota. Hampir semua produk simpanan yang diluncurkan, mampu menjaring dana miliaran rupiah. Contohnya, Simpanan Hari Koperasi (Harkop) diminati sebanyak 4.761 orang dengan jumlah simpanan sebesar Rp 284.958.505.905(2008).

    Contoh lain, produk tabungan haji “Labbaika”, yang selalu mengalami peningkatan. Untuk tahun 2008 kemarin jumlah jamaah haji yang melalui tabungan haji “Labbaika” sebanyak 1.273 Orang. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya terdapat peningkatan sekitar 100 jamaah. Produk lainnya adalah simpanan Mana Suka Harian, Tabungan Koperasi (Takop), Simpanan manasuka Berjangka, Tabungan Safari dan Tabungan Arta Jasa.

    Kendati bergerak di bidang jasa keuangan, Kospin Jasa tidak terpe¬ngaruh oleh krisis keuangan global, yang di Indonesia sempat membuat perbankan tiarap. Koperasi ini malah melakukan ekspansi dengan membuka empat kantor cabang baru, yaitu Yogjakarta, Semarang, Ma¬gelang dan Muntilan.

    Related Posts :



0 komentar:

Leave a Reply

Recent Comment


ShoutMix chat widget

Random Post